MAKALAH
“URGENSI DAKWAH
KAMPUS”

Disusun Oleh :
Nama : Arief
rahman
NIM : 1306295
Jurusan : Teknik
Mesin (S1)
PENDIDIKAN
TEKNIK MESIN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS
NEGERI PADANG
2015
KATA
PENGANTAR
Assalamualaikum Warrahmatullah
Wabarakatuh…
“Bacalah dengan
(menyebut) nama Tuhan-mu yang menciptakan, Bacalah dan Tuhan-mulah yang maha
mulia, Yang mengajar (manusia) dengan pena, Dia mengajarkan manusia apa yang
tidak di ketahuinya”
“(Q.S Al-Alaq :
1, 3-5) “
Puji
syukur kehadirat Alloh Subhanahu Wata’ala yang telah memberikan setiap yang
hambanya butuhkan bahkan tanpa harus meminta karna hanya dialah yang maha
melihat dan maha besar. Sholawat serta salam selalu tercurahkan kepada nabi
Muhammad Solallohuwa’alaihi Wassalam, jika kita membaca siroh nabawiyah dapat
di gambarkan betapa berat perjuangan eliau beserta orang mukmin yang bersamanya
demi tegaknya pondasi islam hingga saat ini umatnya tetap melanjutkan
perjuangannya, semoga kita kelak di tempatkan bersama orang yang di cintai oleh
Alloh seperti Rasul dan para sahabat.
Alhamdulillah
berkat izin Allah SWT penulis dapat menyelesaikan Makalah Tugas Akhir dengan
judul “Urgensi Dakwah Kampus”. Penulis menyadari bahwa makalah ini jauh dari
kesempurnaan. Oleh sebab itu penulis sangat menghargai setiap saran dan
kritikan yang membangun uuntuk kesempurnaan makalah ini. Terima Kasih
Padang, 24 Mei
2015
Penulis
DAFTAR
ISI
Kata
Pengantar……………………………………………………………….. 1
Daftar
Isi………………………………………………………………………. 2
Bab 1 Pendahuluan……………………………………………………………… 3
Bab 2
Pembahasan………………………………………………………………. 5
Bab 3
Penutup…………………………………………………………………… 15
BAB
I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Taujih Rabbani
“Pada hari ini
telah Ku-Sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah KuCukupkan kepadamu
ni'mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.”
(QS. Al-Maidah :
3)
Allah Pelindung
orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan merek”a dari
kegelapan kepada cahaya . Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya
ialah syaitan,
yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan .
Mereka itu
adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.”
(QS. Al-Baqarah
: 257)
“Sucikanlah nama
Tuhanmu Yang Maha Tingi, yang Menciptakan, dan
Menyempurnakan ,
dan yang Menentukan kadar dan memberi
petunjuk,”
(QS. Al-A’laa :
3)
Sesungguhnya
telah ada pada Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu bagi
orang yang
mengharap Allah dan hari kiamat dan dia
banyak menyebut Allah.
(QS. Al-Ahzab : 21)
“jadilah di
antara kamu sebaik-sebaik umat yang mengajak kepada kebaika, menyeru kepada
yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar. Mereka itulah orang-orang beruntung
“
(Ali Imran
:104).
Dakwah
kampus merupakan sebuah tahapan dakwah
terpenting dalam dakwah pelajar. Dakwah kampus memiliki ke-khas-an tersendiri
dalam pergerakannya dan memiliki kesempatanuntuk berkontribusi lebih terhadap
masa depan suatu bangsa, karena mahasiswa merupakan cadangan masa depan.Ketika dakwah
kampus bisa memasok alumni yang berafiliasi terhadap Islam, maka perbaikan umat
di masa datang menjadi sebuah Niscaya Dalam menjalankan segala sesuatu dalam
hidup ini diperlukan pemahaman yang baik dan komprehensif. Pemahaman akan
segala sesuatu yang akan dijalankan memberikan energi lebih serta orientasi
yang jelas dan kuat dalam menjalankannya. Ketika sebuah amanah dipegang oleh seseorang
yang memahami kaidah serta hakikatnya, maka sebuah kegagalan bukanlah menjadi
hal yang perlu dipertanyakan. Begitu pula dalam berdakwah di kampus, seorang
yang disebut dengan Aktivis Dakwah Kampus (ADK) harus memahami tentang dakwah
itu sendiri dan tentunya tentang dakwah kampus.
BAB
II
PEMBAHASAN
A. DAKWAH SECARA UMUM
1.
Makna Dakwah
“Jadilah di
antara kamu sebaik-sebaik umat yang mengajak kepada kebaikan,
menyeru kepada
yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar. Mereka itulah
orang-orang yang
beruntung.” (QS. Ali-Imran : 104)
Dakwah secara etimologis (bahasa)
berarti jeritan, seruan, atau permohonan. Ketika seseorang mengatakan da’autu
fulaanan, itu berarti berteriak atau
memanggilnya. Adapun menurut syara’ (istilah), dakwah memiliki beberapa
definisi. Di sini akan disebutkan sebagian dari definisi tersebut.
Menurut Syaikhul Islam Ibnu
Taimiyah, dakwah adalah mengajak seseorang agar beriman kepada Allah dan kepada
apa yang dibawa Rasul-Nya dengan membenarkan apa yang mereka beritakan dan
mengikuti apa yang mereka perintahkan.
Pengertian dakwah pada hakikatnya
adalah mengajak manusia kepada Allahdengan hikmah dan nasihat yang baik,
sehingga mereka meninggalkan thagut dan beriman kepada Allah agar mereka keluar
dari kegelapan jahiliyah menuju cahaya Islam.
2.
Metode Dakwah
“Serulah (
manusia ) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah, dan pengajaran
yang baik, dan
berdebatlah dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu,
Dialah yang
lebih mengetahui siapa yang sesat dari Jalan-Nya dan Dialah yang
lebih mengetahui
siapa yang mendapat petunjuk.”
(QS. An-Nahl :
125)
“Katakanlah, inilah jalan (agama)ku, aku dan
orang-orang yang mengikutiku
mengajak (kamu)
kepada Allah dengan tujuan yang nyata, Maha Suci Allah, dan
aku tiada
termasuk orang-orang yang musyrik.”
(QS. Yusuf :
108)
Apapun metode dakwah yang kita lakukan, metode
tersebut harus memperhatikan dan tidak lupa mengikutsertakan karakteristik
berikut.
i.
Rabbaniyyah, artinya segala sesuatunya
bersumber dari Allah (berorientasi
ketuhanan).
ii.
Islam sebelum jamaah, artinya Islam
dijadikan esensi utama dalam berdakwah,
sedangkan jamaah merupakan wasilah (cara) untuk merapikan gerak dakwah.
iii.
Syumuliyah, dakwah harus bersifat
sempurna (menyeluruh dan utuh), ia tidak
boleh dilakukan sebagian.
iv.
Modern, dakwah bersifat modern
(kekinian).
v.
‘Alamiyah, bersifat mendunia
(universal). Dakwah yang mengglobal dan mendunia adalah ciri dakwah Islam.
vi.
‘Ilmiyah, berdasarkan pada ilmu dan
pendekatan ilmiah.
vii.
Bashiirah islaamiyah, memberikan
pandangan yang islami dan keterangan yang nyata dengan bukti yang jelas.
viii.
Menciptakan mana’ah, daya tahan
(imunitas) dari segala bentuk kemaksiatan, serta mampu berorientasi kepada
pencapaian penguasaan teori, penguasaan moral, dan penguasaan amal.
3. Latar
Belakang Adanya Dakwah Kampus
i.
Rosululloh SAW selalu memberikan
perhatian yang cukup besar terhadap para pemuda.
ii.
Pentingnya dukungan para pemuda sebagai
pra syarat tegaknya suatu pemikiran atau pergerakan
iii.
Adanya kekhasan mahasiswa Indonesia
iv.
Pelajaran dari sejarah
v.
Masalah regenerasi, pewarisan nilai dan
pengalaman merupakan suatu hal yang wajib diperhatikan demi keberlangsungan
dakwah
vi.
Kampus merupakan medan kompetisi antar
pergerakan yang lebih terbuka.
B. URGENSI DAKWAH KAMPUS
“Serulah
(manusia) kepada jalan tuhanmu dengan hikmah, dan pengajaran yang baik, dan
berdebatlah dengan cara yang baik. Sesungguhnya tuhanmu, dialah yang lebih
mengetahui siapa yang sesat dar jalan-nya dan Dialah yang lebih mengetahui
siapa yang mendapat petunjuk”
(Q.S An-Nahl :
125)
Sesungguhnya
semua tempat dibumi AllAh merupakan tempat yang baik untuk berdakwah, di kota
atau di desa, kantor atau pasar, di kampus atau bahkan dikampung sekalipun.
Tidak ada satu tempatpun yang memiliki kemuliaan lebih untuk berdakwah di
bandingkan tempat yang lain, masing-masing memiliki prospek dan tantangannya
sendiri-sendiri.
"Kalian
adalah sebaik-baik umat yang dilahirkan bagi manusia, kalian menyuruh (berbuat)
kepada kebaikan dan mencegah dari kemunkaran dan kalian beriman kepada Allah."
(Ali Imran
Ayat 110).
Mengapa Kampus?
Dakwah
kampus telah bergulir selama 20 tahun lamanya, dan telahmemberikan banyak
perubahan untuk perbaikan
Indonesia. Berbicara tentang
dakwah kampus berarti kita membicarakan
tentang masa depan bangsa dan perbaikan bangsa. Dakwah kampus inilah yang
nantinya akan menjadi salah satu
tonggak peradaban masa
depan. Membangun peradaban.
Ya, itulah yang
akan kita lakukan
di kampus ini.
Saya akan membuka pembahasan
ini dengan peran
kampus dalam membangun individu yang
kuat serta peran
sentral dakwah kampus
yang identik dengan dakwah
mahasiswa.
Dakwah kampus
memiliki keunikan tersendiri,
dilihat dari sisi objek dakwahnya. Objek
dakwah kampus secara
sosio-demografis bersifat homogen. Terdiri
dari mahasiswa yang
berpendidikan, menggunakan
logika dalam berpikir, serta terbuka terhadap segala informasi. Menilik juga kemampuan
lain mahasiswa untuk melakukan mobilisasi secara horizontal dan vertikal
dalam struktur masyarakat. Kesempatan ini
bisa digunakan untuk menyebarkan
dakwah Islam secara meluas, serta untuk mencitrakan mahasiswa itu sendiri.
Dengan demikian masyarakat bisa menilai apakah mahasiswa kini, yang akan
memimpin bangsa di masa yang akan datang, adalah orang-orang yang seimbang ilmu
akademik dan ilmu agamanya.
Mengapa Mahasiswa?
Mahasiswa memiliki banyak
keunggulan lainnya sebagai
objekdakwah utama, selain
potensi internalnya. Mahasiswa
biasanya belum banyak sibuk
dengan urusan dunia
dan masih banyak
berkutat dalam menuntut ilmu.
Masa depan mahasiswa yang
relatif panjang juga merupakan sebuah
kesempatan tersendiri. Seorang
mahasiswa saat ini bahkan bisa
mendapat gelar sarjana
pada usia 20
tahun. Usia yang sangat
muda. Mereka juga
mempunyai kesempatan hidup
yang relatif panjang untuk
merubah diri dan masyarakat. Aifat pemuda yang melekat pada mahasiswa pun
menjadi kekuatan yang
tidak boleh dilupakan. Sejarah membuktikan bahwa
pemudalah yang nantinya akan mengubah bangsa. Mahasiswa juga selalu dikenal sebagai
pihak yang netral, yang selalumemberi tanpa memihak. Secara dinamis mereka
bergerak, berkontribusi, dan terus bekerja sesuai naluri memberikan waktu,
tenaga, serta pikirannya demi
perubahan di lingkungannya. Selain
itu mahasiswa juga
mampu menjaring kekuatan hingga
ke tingkat internasional. Di
samping karena jumlah mahasiswa
yang cukup banyak,
kemajuan teknologi yang
dapat mereka manfaatkan kini
sangat memungkinkan terjadinya pertukaran informasi antara mahasiswa beda
negara, serta terbentuknya forum-forum aliansi mahasiswa berskala
internasional.
Dakwah
Kampus bagian integral dari dakwah secara umum
Eskalasi
perbaikan peradaban dimulai dari perbaikan individu yang berperan untuk
membangun sebuah keluarga.
Kumpulan keluarga ini
bergabung dalam masyarakat, dan menjadi bagian
dalam perbaikan negara.
Tahap terakhirnya adalah bagaimana dengan kumpulan negara
yang ada dapat dibangun sebuah era
baru peradaban dunia.
Sedangkan ditinjau dari
peran dakwah kampus, dalam
tahapan ini, dakwah kampus memiliki peran yang penting dalam perbaikan individu
dan masyarakat.
Perbaikan
Individu
Individu
atau mahasiswa dalam konteks dakwah kampus perlu dibina
sejak dini agar sebagai
pribadi ia memiliki pemahaman keislaman yang baik. Sebagai seorang pria, ia
akan menjadi seorang kepala keluarga yang memimpin keluarganya serta menjadi
teladan bagi anak-anaknya. Begitu pula bagi
seorang perempuan, ia
akan menjadi seorang
ibu yang mendidilk putra-putrinya untuk
menjadi orang-orang yang
berdedikasi terhadap umat. Selain
itu seorang individu juga
dituntut untuk mampu mengoptimalkan segala
potensinya agar ia
dapat menjadi da‘i
dimana pun dan
kapanpun ia berada.
Oleh karena itu
seorang kader dakwahyang terlibat dalam dakwah kampus
diharapkan mampu memiliki tujuan hidup
sejak dini. Dengan
menentukan tujuan hidupnya,
Ia diharapkan mampu membuat langkah-langkah yang
perlu ia tempuh
untuk mencapainya. Ia juga
diharapkan dapat memikirkan
problematika umat yang terjadi,
dan menjadi solusi bagi perbaikan umat baik secara parsial maupun integral
sesuai dengan potensi yang ia miliki.
Perbaikan
Negara
Mahasiswaakan terlibat
dalam struktur sosial
masyarakat dengan bekerja di
bidangnya masing-masing setelah lulus.
Ada mahasiswa yang nantinya akan berprofesi
menjadi seorang dosen,
profesional, birokrat,
seniman, ataupun profesi
lainnya yang berkesempatan memberikan kontribusi dalam perbaikan
bangsa. Pada masa pasca kampus, mahasiswa akan memasuki salah satu sektor
sosial profesi, yaitu (1) sektor publik yang terdiri dari
birokrat, PNS, TNI/Polri,
atau diplomat, (2)
sektor privat yang biasanya diisi
oleh para profesional seperti
wirasusahawan, (3) sektor masyarakat yang
terdiri dari LSM,
social workers, dan
yayasan, dan (4) sektor
akademik atau perguruan
tinggi yang memutar
roda perubahan sebuah bangsa
dengan ilmu pengetahuan dan
teknologi. Dengan semakin banyaknya mahasiswa yang
memiliki keseimbangan antara fikriyah, jasadiyah,
dan ruhiyah yang
mengisi pos-pos ini, maka
secara bertahap mereka akan mampu meningkatkan kesejahteraan dan
keadilan di masyarakat. Untuk
itu diharapkan agar
mahasiswa yang kelak
akanmenjadi alumni dakwah
kampus untuk mampu
melakukan kegiatandakwah secara
personal dan profesional pada
lingkungan profesimanapun
yang ia ambil.
Dengan
melihat bahwa mahasiswa berada pada middle class dalam struktur sosial,
terutama dalam aspek
pendidikan, tampak bahwa sebenarnya mahasiswa memiliki kesempatan besar dalam
gerak dakwahnya. Kluster
pendidikandarimasyarakat Indonesia semakin mengecil seiring dengan
kenaikan tingkatpendidikan. Pada piramida di atas, dapat dilihat bahwa hanya
sedikit saja bagian dari masyarakat yang
mampu meneruskan pendidikan hingga tingkat perguruan
tinggi. Tahapan kampus ini
adalah masa peralihan seseorang dari yang masih
berstatus pelajar menjadi orang yang mandiri.
Dengan optimalnya
perbaikan individu pada
mahasiswa, ia diharapkan dapat juga
membuat perubahan di
lingkungan sosial manapun.
Ketika semua perguruan tinggi
mampu melakukan perubahan masyarakat kampus secara
optimal, maka perbaikan bangsa
akan menjadi konsekuensi
logisnya. Akan tetapi jika kampus gagal memberikan manfaat bagi mahasiswanya
dalam perbaikan diri, maka kegagalan masa depan bangsa tinggal
menunggu waktu saja.
Ironisnya, memang hasil
dakwah kampus terhadap perbaikan
bangsa membutuhkan waktu
hingga 30tahun, sehingga kita
perlu bersabar terhadap usaha yang kita jalankan ini.
Pemaparan
di atas akan dapatdjisimpulkan selanjutnya, bahwa dakwah kampus mempunyai
urgensi yang sangat besar. Dakwah
kampus bukan aktivitas organisasi biasa,
ini adalah bagian
dari pembangunan peradaban. Dengan
demikian Anda perlu
serius dalam melaksanakan dakwah di
kampus ini. Semakin
banyak mahasiswa yang
tercerahkan berkat dakwah yang
Anda lakukan, maka
akan sangat memberikan manfaat untuk
perbaikan bangsa ke
depan. Untuk itu
perlu kiranya kitamemahami tujuan dakwah kampus, yakni:
i.
Suplai
alumni yang berafiliasi
terhadap Islam.
Bagaimana dakwah
kampus mampu mensuplai dan mencetak alumni yang mempunyaiafiliasi terhadap
Islam? Paramater afiliasi
dalam hal ini
adalah seseorang tidak
menolak kebaikan, menolak
kemungkaran, serta tidak
menentang ajaran Islam.
ii.
Transformasi masyarakat menjadi
masyarakat madani.
Perbaikan masyarakat kampus dengan pembinaan di
segala bidang diharapkan dapat
membentuk masyarakat yang
madani. Untuk membangun masyarakat
madani ini di
masyarakat luas, kita
dapat memulainya dari kampus.
iii.
Penyedia unsur-unsur
perbaikan negara.
Dakwah kampus
mampu mempersiapkan para
mahasiswa untuk masuk ke salah satu dari tiga sektor sosial
(publik, swasta, masyarakat).
Dalam dakwah kampus, mahasiswa tidak
hanya disiapkan kompetensinya, tetapi
jugadisiapkan pemahamannya dalam
berdakwah kepada masyarakat, sehingga perbaikan negara dapat
ditunjang dari bawah (bottom-up) yang melibatkan masyarakat dalam perkembangan
bangsa ini.
Dengan memahami
urgensi dakwah kampus
ini, diharapkan setiap aktivis dapat
mempunyai gambaran besar
tentang dakwah kampus
ini. Dengan berpikir besar
ini seseorang akan
mempunyai visi masa
depan yang akan senantiasa membuat dirinya produktif dan inovatif.
Keistimewaan
mahasiswa
1.
Memiliki kekuatan sebagai pemuda
2.
Memberi tanpa berpihak (idealis)
3.
Qaumun ‘amaliyun (Selalu bekerja)
4.
Al mar’atu wa rajul (Wanita dan pria
5.
Laa istibdad (Tanpa kediktatoran)
6.
‘Alamiyah (Internasional)
Peran
dan Fungsi Mahasiswa
Masyarakat
terbentuk dari pribadi-pribadi manusia dan lingkungan yang melingkupinya serta
nilai-nilai baku di dalamnya. Jika unsure-unsur ini terjalin dengan seimbang
berarti masyarakat itu akan kokoh dan matang. Jika individu adalah dasar setiap
masyarakat maka mahasiswa adalah salah satu individu yang paling banyak
kontribusinya di masyarakat, paling dinamis dan berpengetahuan. Sehingga dapat
dijabarkan bahwa mahasiswa yang umumnya merupakan contributor yang paling
berpengaruh terhadap perubahan kondisi umat Islam dapat memiliki 3 fungsi
sebagai berikut:
i.
Da’I
ii.
Agen of change
iii.
Iron stock
Oleh
karena itu jika mahasiswa mengambil peran dalam dakwah kampus, maka di harapkan
dakwah kampus ini akan memiliki da’i-da’I yang tingkat intelektualitasnya
tinggi, menjadi cadangan masa depan, dan berfungsi sebagai unsure perubah
kondisi bangsa.
Misi
Lembaga Dakwah
Dan tiadalah Kami mengutus kamu,
melainkan untuk rahmat bagi
semesta alam.
( Al Anbiyaa Ayat 107)
Lembaga dakwah
adalah sarana yang
digunakan oleh kader untuk mencapai tujuan dakwah. Lembaga dakwah
juga berperan sebagai wajah dakwah di sebuah lingkungan. Tujuan besar dakwah
adalah menjadikan Islam sebagai peradaban di dunia. Inilah yang menjadi ending point dari dakwah yang kita lakukan. Dakwah kampus
berperan dalam mencerahkan sebanyak-banyaknya objek dakwah
agar mereka dapat menjadi bagian dari
unsur perbaikan bangsa. Untuk
mencapai tujuan tersebut,
sebuah lembaga dakwah
di kampus perlu
melakukan langkah-langkah kecil
(baby steps) untuk mencapai visi
besar dakwah. Langkah-langkah ini
bisa disebut sebagai misi bagi lembaga dakwah dalam
melakukan aktivitasnya.
Menebar
pemikiran dan dakwah
Peran syiar di sini
sangat ditekankan karena merupakan peran utama bagi lembaga
dakwah. Syiar menebarkan pemikiran dan
nilai Islam kepada seluruh objek
dakwah. Ini diharapkan dapat menjadi corong opini bagi objek
dakwah. Adalah sebuah
keberhasilan besar bagi
lembaga dakwah jika mampu menjadikan agenda syiar sebagai kesempatan
untuk mentransformasi objek dakwah
dari antipati menjadi simpatisan, simpatisan menjadi pendukung,
dan pendukung menjadi kader. Mengembangkan kemampuan SDM para kader dakwah
Peran utama
selanjutnya dari sebuah
lembaga dakwah adalah melakukan kaderisasi dengan
tujuan mengembangkan potensi kader dakwah. Mengembangkan kader dakwah
adalah bagian terpenting bagi lembaga dakwah karena kader adalah aset
terpenting dalam perputaran roda dakwah.
Pelembagaan
yang profesional dan kompeten pada bidangnya
Setelah
memiliki kader yang baik, maka kelembagaan yang sehat dan profesional adalah
langkah yang perlu ditempuh selanjutnya. Sehat di sini dimaksudkan adanya
regenerasi kader yang
berkelanjutan, sistem
organisasi yang baik
serta peran pemimpin
yang optimal. Nilai profesionalisme seperti etos kerja
yang baik dan kedisiplinan juga menjadi kebutuhan bagi lembaga dakwah untuk
dipenuhi. Menghimpun tokoh dan
pakar yang siap
memberikan kontribusi dan pemikiran serta pengaruh bagi kepentingan
dakwah. Dengan lembaga yang kuat, maka kita dapat mulai merangkul orang-orang
berpengaruh, baik dalam lingkungan objek dakwah (kampus) atau Lingkungan luar
kampus. Tokoh atau pakar berpengaruh di dalam kampus antara lain Presiden Mahasiswa, Ketua Himpunan Jurusan, Rektor, Dekan dan
dosen. Sedangkan tokoh dan pakar yang berpengaruh di luar kampus antara lain
pejabat pemerintahan, ulama dan pengusaha. Dengan adanya komunikasi dengan para tokoh dan pakar ini, diharapkan mereka dapat
mendukung keberjalanan dakwah
di kampus kita sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing.
Mencetak
figur-figur yang kredibel
Saat lembaga
dakwah sudah cukup
kuat, maka sudah
saatnya sebuah lembaga dakwah mampu
mencetak secara mandiri
tokoh dan pakar yang
berasal dari pihak
internal lembaga dakwah.
Mereka diharapkan mampu menjadi
bagian dalam ekspansi
dakwah karena ketokohan kader
dakwah akan membuat
dakwah lebih diterima di masyarakat luas. Penekan yang efektif
bagi para pengambil kebijakan
Dengan kekuatan dari
lembaga dakwah, serta
kredibilitas yang didapat dengan
kepercayaan publik. Maka,
lembaga dakwah dapat berperan sebagai
penekan efektif bagi
pengambil kebijakan.
Sebutlah
ketika sebuah production house meluncurkan film yang berbau pornografi,
maka lembaga dakwah dapat menekan production house tersebut untuk membatalkan film
tersebut. Gunakanlah social
power yang lembaga dakwah miliki untuk bernegosiasi
kepada pihak yang mengambil kebijakan terkait sebuah isu.
Penguat
basis sosial
Basis sosial
utama bagi Lembaga
Dakwah Kampus adalah
civitas akademika di kampus. Dengan semakin kuatnya basis sosial pada
sebuah lembaga dakwah, maka dukungan pasti akan mengalir kepada lembaga dakwah.
Dukungan dapat berbentuk aspirasi, partisipasi, maupun sekedar mendukung secara
moral. Basis sosial
dapat dibangun dengan
meraih semakin banyak kepercayaan dari objek dakwah. Melayani,
melindungi dan memberdayakan masyarakat Lembaga dakwah berperan sebagai khalifah bagi objek dakwahnya. Karena itu
lembaga dakwah diharapkan mampu memberikan pelayanan optimal bagi
para objek dakwah
agar mereka mampu
merasakankebermanfaatan dari keberadaan lembaga dakwah.
Paradigma Dakwah Kampus
Serulah kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa
yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah
yang lebih mengetahui orang -orang yang mendapat petunjuk.
(An Nahl Ayat 125)
Saya akan memapaparkan paradigma untuk memandang apa saja yang
berada dalam lingkup dakwah kampus dengan panduan matriks di atas. Secara
garis besar ada
empat bidang utama
yang perlu dipenuhi dalam dakwah kampus, yakni: (1)
kaderisasi, (2) syiar dan pelayanan, (3)
sosial kemasyarakatan dan (4) akademik dan profesi. Keempat bidang ini perlu
dipenuhi secara bersamaan agar dakwah kampus yang dilakukan di kampus Anda
dapat berjalan secara optimal. Dakwah
kepada mahasiswa memang menjadi sasaran
utama dakwah kampus, akan
tetapi pada tahap
lebih lanjut, dakwah
kampus ternyata juga melingkupi
keseluruhan civitas akademika
pada perguruan tinggi,
termasuk masyarakat luas. Peran sentral
mahasiswa yang mampu melakukan mobilisasi secara horizontal dan vertikal
menjadi alasan utama
mengapa dakwah kampus
dipandang sebagai dakwah
yang berlingkup sangat luas.
Kaderisasi
Pembinaan dan pembentukan
seseorang menuju kepribadian
Islam adalah lingkup pertama
dakwah kampus. Banyak
kader yang menganggap lembaga dakwah
adalah lembaga kaderisasi. Memang itulah adanya, dan
pendapat itu sangat benar. Sebuah lembaga dakwah memang dituntut untuk dapat
memberikan asupan ilmu yang cukup bagikadernya. Dengan
berbasiskan profil kader
yang diharapkan dapat terbentuk. Porsi
dari kaderisasi dalam
sebuah lembaga dakwah
sangat besar karena peran
kader adalah sebagai
sumbu putar bagi
roda dakwah. Semakin solid dan
militan seorang kader dakwah, akan berdampak pada lebih kuat dan cepatnya perputaran
agenda dakwah yang ada. Pola
pembinaan yang baik
akan membentuk
manusia unggul. Manusia yang
unggul pun akan dapat memperbaiki pola pembinaan yang ada untuk membentuk
manusia lebih unggul lainnya di masa
yang akan datang. Berhubung kita juga ingin melihat masa depan dakwah yang
lebih cerah dan berkembang,
maka kader yang dibentuk ini
seharusnya tidak hanya dapat
bermanfaat bagi dirinya dan umat di masa kini. Ia juga harus bermanfaat bagi
masa depan dirinya
dan perbaikan masa
depan organisasi dakwah yang membinanya.
Karakter seorang
muslim yang ideal
bisa menjadi parameter pencapaian proses
kaderisasi yang dijalankan.
Agenda kaderisasi yang dijalankan dapat
berbentuk metode yang
variatif dan memiliki
koridor kurikulum yang tegas.
Basis pembinaan yang
dibentuk dalam sebuah Lembaga Dakwah Kampus akan sangat
menentukan kemampuan sebuah lembaga dakwah untuk memenuhi lingkup dakwah kampus
yang lainnya.
Syiar
dan Pelayanan
Syiar adalah
proses menyampaikan risalah
Islam kepada banyak umat manusia. Syiar
ini sering pula
diartikan sebagai kegiatanmenyemarakkan sebuah
lingkungan dengan nilai-nilai
Islami. Syiar juga bisa
diartikan sebagai proses penyampaian pesan kepada objek dakwah. Sedangkan pelayanan
adalah sebuah mekanisme
memberikan sesuatu yang dibutuhkan oleh
seseorang dengan harapan
agar ia merasa nyaman dan tenang
dalam sebuah lingkungan.
Syiar dan
pelayanan yang dilakukan
dalam dakwah
kampus juga akan berkutat
pada definisi yang
ada. Maksudnya, syiar
Islam yang dilakukan oleh
Lembaga Dakwah Kampus
diharapkan dapat berperan besar dalam transformasi masyarakat
di sebuah kampus. Syiar Islamyang baik
adalah ketika syiar tersebut mampu menjadi trendsetter pada sebuah
lingkungan. Sebagai contoh,
ajakan untuk tilawah
rutin di sebuahlingkungan kampus.
Parameter keberhasilannya adalah
semakin banyak orang dalam
lingkungan tersebut yang tilawah serta ada perasaan aneh bagi seseorang
dalam lingkungan tersebut
jika ia tidak
rutin melakukan tilawah. Syiar
berperan juga sebagai
alat propaganda nilai
dan corong opini. Harapannya memang agar
syiar yang dilakukan dapat mencerahkan sebanyak mungkin objek
dakwah sehingga semakin banyak objek dakwah yang bersedia mendalami Islam lebih
lanjut.
Akademik
dan Profesi
Dakwah kampus juga
perlu memikirkan kompetensi akademik kader. Hal ini
karena berhubungan langsung
dengan tujuan dakwah
kampus,yaitu penyuplai alumni yang
berafiliasi terhadap Islam. Tentu saja
alumni yang akan disuplai bukanlah alumni yang tidak kompeten. Tidak
cukup jika ia hanya memiliki
afiliasi terhadap Islam.
Ia diharapkan juga
memiliki kelebihan
kompetensi yang memungkinkan dirinya berkontribusi bagi masyarakat. Kompetensi inilah yang perlu ditempa oleh
dakwah kampus terhadap kader dan
simpatisannya. Pemberian tutorial
pelajaran, penjagaan IPK kader,
bimbingan karir sejak
tingkat 2, persiapan
pasca- kampus sejak awal
tingkat 4 adalah contoh
bentuk aplikasi dari lingkup kompetensi akademik ini.
Selain itu
kader dan simpatisan juga
dapat diarahkan untuk
berkompetisi dalam
perlombaan akademik yang
ada. Keberhasilan mereka dalam
perlombaan akan berdampak
pada positifnya citra
dari dakwah itu sendiri. Bagi kampus yang sudah lama bergulir dakwahnya,
maka dakwah ke dosen juga bisa menjadi salah satu tujuan. Dengan adanya dosen yang berpengaruh dan
mendukung dakwah kampus, akan
memberikan keutungan tersendiri bagi dakwah yang Kita lakukan.
Sosial
Kemasyarakatan
Dakwah kampus
juga harus melatih
kadernya untuk peduli
kepada masyarakat. Kepedulian ini
tidak hanya dalam
bentuk bakti sosial
yangaksidental, akan tetapi
tetap berada pada
jalur perjuangan mahasiswa yang selalu bersama rakyat. Perjuangan ini bisa dalam
bentuk yang lebih real dan kontinyu,
seperti rumah
belajar untuk anak
miskin, pusat keterampilan kerja,
Baitul Maal Wa
Tamwil (BMT) atau
koperasi simpanpinjam untuk
membantu modal masyarakat
dalam berusaha. Lembaga Dakwah juga
bisa menjadi corong
opini atas keresahan masyarakat, seperti menanggapi isu pornografi, aliran sesat,
perjudian, dan isu moral lainnya.
Dakwah kampus diharapkan
dapat berperan untuk
memenuhi peran ini dengan
baik. Jangan sampai
dakwah kampus hanya
berkutat pada
permasalahan internal yang
tidak kunjung selesai. Keterlibatan dakwah kampus dalam
menunjang kehidupan masyarakat adalah sebuahharapan dari masyarakat. Ingat!
Berjuta rakyat menanti uluran tanganmu.
BAB
III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Menjadi
suatu keharusan dakwah yang ada di kampus tidak hanya berlumbung dari LDK saja
sebagai organisasi keagamaan tetapi juga terdapat di semua lembaga
kemahasiswaan sebagai fungsi control atas pemuda-pemuda itu sendiri.
Setiap
lembaga kemahasiswaan memilki ke khassanya masing-masing. Sebagai lembaga yang
legal, formal dan wajar maka akan menjadi perhitungan tersendiri dan akan lebih
indah jika nilai-nilai keislaman terdapat didalamnya, baik itu yang datang dari
luar maupun dari dalam.
Hendaknya pengaruh
keislaman tersebut dapat menjadi modal awal untuk penguatan siyasih dalam
lingkup kecil yaitu kampus demi terwujudnya bangsa dan Negara Indonesia yang
Islami khususnya.
B. SARAN
Mulai
menjadi pemikiran tersendiri untuk dakwah yang ada pada lembaga kemahasiswaan
pada umumnya sebagai fungsi control seiring sejalan dengan apa yang telah
lakukan di LDK dan menjadi strategi-strategi khusus yang harus secara serius di
bicarakan karena implikasi terhadapnya bisa menjadi sangat luas.
DAFTAR
PUSTAKA
Al-Qur’an dan Terjemah.
Maghfirah Pustaka
Gamais ITB. 2007. Risalah Manajemen Dakwah Kampus.Bandung
:Gamais Press.
Yusuf, Ridwansy Achmad. 2012. Ispiration Flava : Cita rasa Kampus Madani. Bandung:
Ideasphere Books
Ingin Cari Kaos Dakwah Terbaik, Disini tempatnya:
BalasHapusKaos Islami Dakwah
Mau Cari Bacaan Cinta Generasi Milenia Indonesia mengasikkan, disini tempatnya:
Hati yang Tulus Tak Bisa Direkayasa