Minggu, 13 September 2015

Urgensi Dakwah Kampus



MAKALAH



“URGENSI DAKWAH KAMPUS”

unp-wrn.jpg
Disusun Oleh :
Nama : Arief rahman
NIM : 1306295
Jurusan : Teknik Mesin (S1)





PENDIDIKAN TEKNIK MESIN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2015





KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Warrahmatullah Wabarakatuh…
“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhan-mu yang menciptakan, Bacalah dan Tuhan-mulah yang maha mulia, Yang mengajar (manusia) dengan pena, Dia mengajarkan manusia apa yang tidak di ketahuinya”
“(Q.S Al-Alaq : 1, 3-5) “

Puji syukur kehadirat Alloh Subhanahu Wata’ala yang telah memberikan setiap yang hambanya butuhkan bahkan tanpa harus meminta karna hanya dialah yang maha melihat dan maha besar. Sholawat serta salam selalu tercurahkan kepada nabi Muhammad Solallohuwa’alaihi Wassalam, jika kita membaca siroh nabawiyah dapat di gambarkan betapa berat perjuangan eliau beserta orang mukmin yang bersamanya demi tegaknya pondasi islam hingga saat ini umatnya tetap melanjutkan perjuangannya, semoga kita kelak di tempatkan bersama orang yang di cintai oleh Alloh seperti Rasul dan para sahabat.
                                                                                                 Alhamdulillah berkat izin Allah SWT penulis dapat menyelesaikan Makalah Tugas Akhir dengan judul “Urgensi Dakwah Kampus”. Penulis menyadari bahwa makalah ini jauh dari kesempurnaan. Oleh sebab itu penulis sangat menghargai setiap saran dan kritikan yang membangun uuntuk kesempurnaan makalah ini. Terima Kasih


Padang, 24 Mei 2015


Penulis




DAFTAR ISI

Kata Pengantar………………………………………………………………..  1
Daftar Isi……………………………………………………………………….  2
Bab 1 Pendahuluan………………………………………………………………     3
Bab 2 Pembahasan……………………………………………………………….     5
Bab 3 Penutup……………………………………………………………………    15


























BAB I
PENDAHULUAN

A.      LATAR BELAKANG
Taujih Rabbani

“Pada hari ini telah Ku-Sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah KuCukupkan kepadamu ni'mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama         bagimu.”
(QS. Al-Maidah : 3)

Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan merek”a dari
kegelapan  kepada cahaya . Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya
ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan .
Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.”
(QS. Al-Baqarah : 257)

“Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tingi, yang Menciptakan, dan
Menyempurnakan , dan yang Menentukan kadar  dan memberi petunjuk,”
(QS. Al-A’laa : 3)

Sesungguhnya telah ada pada Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu bagi
orang yang mengharap  Allah dan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.
(QS. Al-Ahzab : 21)

“jadilah di antara kamu sebaik-sebaik umat yang mengajak kepada kebaika, menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar. Mereka itulah orang-orang beruntung “
(Ali Imran :104).

Dakwah kampus   merupakan sebuah tahapan dakwah terpenting dalam dakwah pelajar. Dakwah kampus memiliki ke-khas-an tersendiri dalam pergerakannya dan memiliki kesempatanuntuk berkontribusi lebih terhadap masa depan suatu bangsa, karena mahasiswa merupakan cadangan masa depan.Ketika dakwah kampus bisa memasok alumni yang berafiliasi terhadap Islam, maka perbaikan umat di masa datang menjadi sebuah Niscaya Dalam menjalankan segala sesuatu dalam hidup ini diperlukan pemahaman yang baik dan komprehensif. Pemahaman akan segala sesuatu yang akan dijalankan memberikan energi lebih serta orientasi yang jelas dan kuat dalam menjalankannya. Ketika sebuah amanah dipegang oleh seseorang yang memahami kaidah serta hakikatnya, maka sebuah kegagalan bukanlah menjadi hal yang perlu dipertanyakan. Begitu pula dalam berdakwah di kampus, seorang yang disebut dengan Aktivis Dakwah Kampus (ADK) harus memahami tentang dakwah itu sendiri dan tentunya tentang dakwah kampus.

















BAB II
PEMBAHASAN

A.      DAKWAH SECARA UMUM
1.      Makna Dakwah

“Jadilah di antara kamu sebaik-sebaik umat yang mengajak kepada kebaikan,
menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar. Mereka itulah
orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali-Imran : 104)

Dakwah secara etimologis (bahasa) berarti jeritan, seruan, atau permohonan. Ketika seseorang mengatakan da’autu fulaanan, itu berarti berteriak  atau memanggilnya. Adapun menurut syara’ (istilah), dakwah memiliki beberapa definisi. Di sini akan disebutkan sebagian dari definisi tersebut.
Menurut Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, dakwah adalah mengajak seseorang agar beriman kepada Allah dan kepada apa yang dibawa Rasul-Nya dengan membenarkan apa yang mereka beritakan dan mengikuti apa yang mereka perintahkan.
Pengertian dakwah pada hakikatnya adalah mengajak manusia kepada Allahdengan hikmah dan nasihat yang baik, sehingga mereka meninggalkan thagut dan beriman kepada Allah agar mereka keluar dari kegelapan jahiliyah menuju cahaya Islam.

2.      Metode Dakwah
“Serulah ( manusia ) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah, dan pengajaran
yang baik, dan berdebatlah dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu,
Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari Jalan-Nya dan Dialah yang
lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk.”
(QS. An-Nahl : 125)
 “Katakanlah, inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku
mengajak (kamu) kepada Allah dengan tujuan yang nyata, Maha Suci Allah, dan
aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik.” 
(QS. Yusuf : 108)
 Apapun metode dakwah yang kita lakukan, metode tersebut harus memperhatikan dan tidak lupa mengikutsertakan karakteristik berikut.
                  i.            Rabbaniyyah, artinya segala sesuatunya bersumber dari Allah (berorientasi   ketuhanan).
                ii.            Islam sebelum jamaah, artinya Islam dijadikan esensi utama dalam  berdakwah, sedangkan jamaah merupakan wasilah (cara) untuk merapikan gerak dakwah.
              iii.            Syumuliyah, dakwah harus bersifat sempurna (menyeluruh dan utuh), ia tidak  boleh dilakukan sebagian.
              iv.            Modern, dakwah bersifat modern (kekinian).
                v.            ‘Alamiyah, bersifat mendunia (universal). Dakwah yang mengglobal dan mendunia adalah ciri dakwah Islam.
              vi.            ‘Ilmiyah, berdasarkan pada ilmu dan pendekatan ilmiah.
            vii.            Bashiirah islaamiyah, memberikan pandangan yang islami dan keterangan yang nyata dengan bukti yang jelas.
          viii.            Menciptakan mana’ah, daya tahan (imunitas) dari segala bentuk kemaksiatan, serta mampu berorientasi kepada pencapaian penguasaan teori, penguasaan moral, dan penguasaan amal.

3.      Latar Belakang Adanya Dakwah Kampus
                 i.            Rosululloh SAW selalu memberikan perhatian yang cukup besar terhadap para pemuda.
               ii.            Pentingnya dukungan para pemuda sebagai pra syarat tegaknya suatu pemikiran atau pergerakan
             iii.            Adanya kekhasan mahasiswa Indonesia
             iv.            Pelajaran dari sejarah
               v.            Masalah regenerasi, pewarisan nilai dan pengalaman merupakan suatu hal yang wajib diperhatikan demi keberlangsungan dakwah
             vi.            Kampus merupakan medan kompetisi antar pergerakan yang lebih terbuka.
              

B.       URGENSI DAKWAH KAMPUS

“Serulah (manusia) kepada jalan tuhanmu dengan hikmah, dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan cara yang baik. Sesungguhnya tuhanmu, dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dar jalan-nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk”
(Q.S An-Nahl : 125)

Sesungguhnya semua tempat dibumi AllAh merupakan tempat yang baik untuk berdakwah, di kota atau di desa, kantor atau pasar, di kampus atau bahkan dikampung sekalipun. Tidak ada satu tempatpun yang memiliki kemuliaan lebih untuk berdakwah di bandingkan tempat yang lain, masing-masing memiliki prospek dan tantangannya sendiri-sendiri.







"Kalian adalah sebaik-baik umat yang dilahirkan bagi manusia, kalian menyuruh (berbuat) kepada kebaikan dan mencegah dari kemunkaran dan kalian beriman kepada Allah."
(Ali Imran Ayat  110).

Mengapa Kampus?
Dakwah kampus telah bergulir selama 20 tahun lamanya, dan telahmemberikan       banyak    perubahan     untuk   perbaikan   Indonesia.   Berbicara tentang dakwah kampus  berarti kita membicarakan tentang masa depan bangsa dan perbaikan bangsa. Dakwah kampus inilah yang nantinya akan menjadi     salah   satu   tonggak    peradaban     masa     depan.   Membangun peradaban. Ya,  itulah   yang   akan   kita   lakukan   di   kampus   ini.   Saya   akan membuka   pembahasan   ini   dengan   peran   kampus   dalam   membangun individu   yang    kuat  serta  peran   sentral  dakwah     kampus    yang    identik dengan dakwah mahasiswa.
Dakwah   kampus   memiliki   keunikan   tersendiri,   dilihat  dari  sisi objek dakwahnya.      Objek    dakwah    kampus     secara    sosio-demografis    bersifat homogen.     Terdiri  dari  mahasiswa     yang    berpendidikan,    menggunakan logika dalam berpikir, serta terbuka terhadap segala informasi. Menilik juga kemampuan lain mahasiswa untuk melakukan mobilisasi secara horizontal dan   vertikal   dalam   struktur   masyarakat. Kesempatan   ini   bisa   digunakan untuk menyebarkan dakwah Islam secara meluas, serta untuk mencitrakan mahasiswa itu sendiri. Dengan demikian masyarakat bisa menilai apakah mahasiswa kini, yang akan memimpin bangsa di masa yang akan datang, adalah orang-orang yang seimbang ilmu akademik dan ilmu agamanya.

Mengapa Mahasiswa?
Mahasiswa       memiliki    banyak    keunggulan      lainnya   sebagai     objekdakwah   utama,      selain   potensi  internalnya.   Mahasiswa   biasanya      belum banyak   sibuk   dengan   urusan   dunia  dan  masih   banyak   berkutat   dalam menuntut      ilmu.  Masa     depan    mahasiswa      yang    relatif  panjang    juga merupakan  sebuah        kesempatan   tersendiri.  Seorang   mahasiswa   saat   ini bahkan     bisa   mendapat   gelar    sarjana   pada    usia   20  tahun.  Usia  yang sangat   muda.    Mereka   juga   mempunyai  kesempatan  hidup   yang   relatif panjang untuk merubah diri dan masyarakat. Aifat pemuda yang melekat pada     mahasiswa    pun    menjadi     kekuatan    yang   tidak  boleh   dilupakan. Sejarah membuktikan bahwa pemudalah yang nantinya akan mengubah bangsa.     Mahasiswa juga selalu dikenal sebagai pihak yang netral, yang selalumemberi tanpa memihak. Secara dinamis mereka bergerak, berkontribusi, dan terus bekerja sesuai naluri memberikan waktu, tenaga, serta pikirannya demi   perubahan   di   lingkungannya.   Selain   itu   mahasiswa   juga   mampu menjaring   kekuatan   hingga   ke   tingkat   internasional.   Di   samping   karena jumlah   mahasiswa   yang   cukup   banyak,   kemajuan   teknologi   yang   dapat mereka      manfaatkan     kini  sangat   memungkinkan        terjadinya   pertukaran informasi antara mahasiswa beda negara, serta terbentuknya forum-forum aliansi mahasiswa berskala internasional.

Dakwah Kampus bagian integral dari dakwah secara umum

Eskalasi perbaikan peradaban dimulai dari perbaikan individu yang berperan untuk membangun sebuah keluarga.    Kumpulan      keluarga    ini  bergabung     dalam    masyarakat,    dan menjadi     bagian    dalam     perbaikan    negara.   Tahap    terakhirnya    adalah bagaimana dengan kumpulan negara yang ada dapat dibangun sebuah era    baru   peradaban      dunia.   Sedangkan      ditinjau  dari  peran    dakwah kampus, dalam tahapan ini, dakwah kampus memiliki peran yang penting dalam perbaikan individu dan masyarakat.

Perbaikan Individu

Individu atau mahasiswa dalam konteks dakwah kampus perlu dibina
sejak dini agar sebagai pribadi ia memiliki pemahaman keislaman yang baik. Sebagai seorang pria, ia akan menjadi seorang kepala keluarga yang memimpin keluarganya serta menjadi teladan bagi anak-anaknya. Begitu pula    bagi   seorang    perempuan,     ia  akan    menjadi    seorang    ibu  yang mendidilk     putra-putrinya   untuk   menjadi    orang-orang    yang    berdedikasi terhadap umat. Selain     itu   seorang      individu    juga    dituntut    untuk    mampu mengoptimalkan   segala   potensinya   agar   ia   dapat  menjadi  da‘i  dimana  pun   dan   kapanpun   ia   berada.   Oleh   karena   itu   seorang   kader   dakwahyang terlibat dalam dakwah kampus diharapkan mampu memiliki tujuan hidup    sejak  dini.  Dengan    menentukan     tujuan   hidupnya,   Ia  diharapkan mampu        membuat      langkah-langkah      yang   perlu     ia  tempuh     untuk mencapainya.   Ia   juga   diharapkan   dapat   memikirkan   problematika   umat yang terjadi, dan menjadi solusi bagi perbaikan umat baik secara parsial maupun integral sesuai dengan potensi yang ia miliki.

Perbaikan Negara
Mahasiswaakan   terlibat   dalam   struktur  sosial  masyarakat   dengan bekerja di bidangnya masing-masing setelah   lulus. Ada mahasiswa yang nantinya     akan   berprofesi    menjadi   seorang      dosen,   profesional,   birokrat, seniman,      ataupun     profesi   lainnya    yang    berkesempatan       memberikan kontribusi dalam perbaikan bangsa. Pada masa pasca kampus, mahasiswa akan memasuki salah satu sektor sosial profesi, yaitu (1) sektor publik yang terdiri   dari   birokrat,   PNS,   TNI/Polri,   atau   diplomat,   (2)   sektor   privat   yang biasanya      diisi  oleh  para   profesional    seperti  wirasusahawan,       (3)  sektor masyarakat   yang   terdiri   dari   LSM,  social   workers,   dan   yayasan,   dan   (4) sektor   akademik   atau   perguruan   tinggi   yang   memutar   roda   perubahan sebuah      bangsa     dengan      ilmu   pengetahuan        dan    teknologi.   Dengan semakin      banyaknya      mahasiswa       yang    memiliki    keseimbangan       antara fikriyah,   jasadiyah,  dan  ruhiyah  yang   mengisi   pos-pos   ini,   maka   secara bertahap mereka akan mampu meningkatkan kesejahteraan dan keadilan di   masyarakat.   Untuk   itu   diharapkan   agar   mahasiswa   yang   kelak   akanmenjadi      alumni    dakwah      kampus     untuk   mampu       melakukan      kegiatandakwah       secara    personal     dan    profesional     pada    lingkungan      profesimanapun yang ia ambil.
Dengan melihat bahwa mahasiswa berada pada middle class dalam struktur    sosial,   terutama     dalam     aspek     pendidikan,     tampak      bahwa sebenarnya        mahasiswa       memiliki    kesempatan        besar     dalam     gerak dakwahnya. Kluster  pendidikandarimasyarakat Indonesia semakin mengecil seiring dengan kenaikan tingkatpendidikan. Pada piramida di atas, dapat dilihat bahwa hanya sedikit saja bagian  dari     masyarakat    yang    mampu     meneruskan     pendidikan     hingga tingkat   perguruan     tinggi. Tahapan    kampus      ini  adalah  masa    peralihan seseorang dari yang masih berstatus pelajar menjadi orang yang mandiri.
Dengan   optimalnya   perbaikan   individu   pada   mahasiswa,   ia   diharapkan dapat   juga   membuat   perubahan   di  lingkungan   sosial  manapun.   Ketika semua      perguruan     tinggi   mampu      melakukan      perubahan     masyarakat kampus       secara    optimal,    maka     perbaikan      bangsa     akan     menjadi konsekuensi logisnya. Akan tetapi jika kampus gagal memberikan manfaat bagi mahasiswanya dalam perbaikan diri, maka kegagalan masa depan bangsa   tinggal   menunggu   waktu   saja.  Ironisnya,  memang   hasil   dakwah kampus      terhadap    perbaikan    bangsa     membutuhkan       waktu    hingga    30tahun, sehingga kita perlu bersabar terhadap usaha yang kita jalankan ini.
Pemaparan di atas akan dapatdjisimpulkan selanjutnya, bahwa dakwah kampus   mempunyai   urgensi   yang   sangat besar.   Dakwah  kampus   bukan aktivitas    organisasi    biasa,   ini   adalah     bagian    dari   pembangunan peradaban.      Dengan  demikian  Anda        perlu   serius  dalam   melaksanakan dakwah     di  kampus     ini.  Semakin   banyak    mahasiswa      yang   tercerahkan berkat   dakwah      yang  Anda     lakukan,    maka    akan    sangat  memberikan manfaat   untuk   perbaikan   bangsa   ke   depan.   Untuk   itu   perlu   kiranya   kitamemahami tujuan dakwah kampus, yakni:
        i.            Suplai   alumni   yang   berafiliasi   terhadap   Islam.
Bagaimana   dakwah       kampus mampu mensuplai dan mencetak alumni yang mempunyaiafiliasi  terhadap     Islam?   Paramater    afiliasi  dalam    hal  ini  adalah       seseorang      tidak  menolak    kebaikan,     menolak    kemungkaran,      serta tidak menentang ajaran Islam.
      ii.            Transformasi      masyarakat     menjadi    masyarakat     madani.
Perbaikan masyarakat        kampus      dengan      pembinaan       di   segala     bidang diharapkan      dapat    membentuk       masyarakat     yang    madani.    Untuk membangun   masyarakat   madani   ini   di   masyarakat   luas,   kita   dapat memulainya dari kampus.
    iii.            Penyedia   unsur-unsur   perbaikan  negara.  
Dakwah   kampus   mampu       mempersiapkan para mahasiswa untuk masuk ke salah satu dari tiga sektor   sosial   (publik,   swasta,  masyarakat).  Dalam   dakwah   kampus, mahasiswa       tidak   hanya    disiapkan    kompetensinya,      tetapi   jugadisiapkan    pemahamannya   dalam   berdakwah           kepada    masyarakat, sehingga perbaikan negara dapat ditunjang dari bawah (bottom-up) yang melibatkan masyarakat dalam perkembangan bangsa ini.
Dengan  memahami   urgensi   dakwah   kampus   ini,  diharapkan   setiap aktivis   dapat   mempunyai   gambaran   besar  tentang  dakwah   kampus   ini. Dengan   berpikir   besar   ini   seseorang   akan   mempunyai   visi   masa   depan yang akan senantiasa membuat dirinya produktif dan inovatif.

Keistimewaan mahasiswa

1.      Memiliki kekuatan sebagai pemuda
2.      Memberi tanpa berpihak (idealis)
3.      Qaumun ‘amaliyun (Selalu bekerja)
4.      Al mar’atu wa rajul (Wanita dan pria
5.      Laa istibdad (Tanpa kediktatoran)
6.      ‘Alamiyah (Internasional)

Peran dan Fungsi Mahasiswa
Masyarakat terbentuk dari pribadi-pribadi manusia dan lingkungan yang melingkupinya serta nilai-nilai baku di dalamnya. Jika unsure-unsur ini terjalin dengan seimbang berarti masyarakat itu akan kokoh dan matang. Jika individu adalah dasar setiap masyarakat maka mahasiswa adalah salah satu individu yang paling banyak kontribusinya di masyarakat, paling dinamis dan berpengetahuan. Sehingga dapat dijabarkan bahwa mahasiswa yang umumnya merupakan contributor yang paling berpengaruh terhadap perubahan kondisi umat Islam dapat memiliki 3 fungsi sebagai berikut:
        i.            Da’I
      ii.            Agen of change
    iii.            Iron stock

Oleh karena itu jika mahasiswa mengambil peran dalam dakwah kampus, maka di harapkan dakwah kampus ini akan memiliki da’i-da’I yang tingkat intelektualitasnya tinggi, menjadi cadangan masa depan, dan berfungsi sebagai unsure perubah kondisi bangsa.


Misi Lembaga Dakwah
Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk  rahmat bagi
semesta alam.
( Al Anbiyaa Ayat 107)

Lembaga  dakwah   adalah   sarana  yang   digunakan oleh  kader   untuk mencapai tujuan dakwah. Lembaga dakwah juga berperan sebagai wajah dakwah di sebuah lingkungan. Tujuan besar dakwah adalah menjadikan Islam sebagai peradaban di dunia.  Inilah yang menjadi ending point  dari dakwah yang kita lakukan. Dakwah kampus berperan dalam mencerahkan sebanyak-banyaknya objek   dakwah   agar   mereka   dapat menjadi   bagian dari   unsur   perbaikan bangsa.    Untuk   mencapai    tujuan  tersebut,  sebuah    lembaga    dakwah    di kampus      perlu  melakukan     langkah-langkah     kecil   (baby   steps) untuk mencapai   visi   besar   dakwah.   Langkah-langkah  ini   bisa   disebut   sebagai misi bagi lembaga dakwah dalam melakukan aktivitasnya.

Menebar pemikiran dan dakwah
Peran syiar di sini sangat ditekankan karena merupakan peran utama bagi    lembaga    dakwah.   Syiar  menebarkan pemikiran   dan   nilai  Islam kepada seluruh objek dakwah. Ini diharapkan dapat menjadi corong opini bagi   objek   dakwah.  Adalah    sebuah    keberhasilan   besar   bagi  lembaga dakwah jika mampu menjadikan agenda syiar sebagai kesempatan untuk mentransformasi       objek    dakwah     dari   antipati menjadi     simpatisan, simpatisan menjadi pendukung, dan pendukung menjadi kader. Mengembangkan kemampuan SDM para kader dakwah
Peran    utama    selanjutnya   dari  sebuah    lembaga     dakwah    adalah melakukan      kaderisasi  dengan    tujuan   mengembangkan        potensi   kader dakwah. Mengembangkan kader dakwah adalah bagian terpenting bagi lembaga dakwah karena kader adalah aset terpenting dalam perputaran roda dakwah.

Pelembagaan yang profesional dan kompeten pada bidangnya
Setelah memiliki kader yang baik, maka kelembagaan yang sehat dan profesional adalah langkah yang perlu ditempuh selanjutnya. Sehat di sini dimaksudkan       adanya   regenerasi    kader    yang   berkelanjutan,   sistem organisasi    yang    baik   serta  peran    pemimpin     yang   optimal.   Nilai profesionalisme seperti etos kerja yang baik dan kedisiplinan juga menjadi kebutuhan bagi lembaga dakwah untuk dipenuhi. Menghimpun       tokoh  dan   pakar  yang   siap  memberikan     kontribusi  dan pemikiran serta pengaruh bagi kepentingan dakwah. Dengan lembaga yang kuat, maka kita dapat mulai merangkul orang-orang berpengaruh, baik dalam lingkungan objek dakwah (kampus) atau Lingkungan luar kampus. Tokoh atau pakar berpengaruh di dalam kampus antara lain  Presiden Mahasiswa,     Ketua Himpunan Jurusan, Rektor, Dekan dan dosen. Sedangkan tokoh dan pakar yang berpengaruh di luar kampus antara lain pejabat pemerintahan, ulama dan pengusaha. Dengan adanya komunikasi dengan  para tokoh dan pakar ini, diharapkan mereka dapat mendukung       keberjalanan    dakwah    di   kampus     kita sesuai    dengan kemampuan mereka masing-masing.

Mencetak figur-figur yang kredibel
Saat   lembaga    dakwah     sudah   cukup   kuat,  maka   sudah    saatnya sebuah   lembaga  dakwah   mampu   mencetak   secara   mandiri   tokoh   dan pakar    yang    berasal  dari  pihak  internal   lembaga     dakwah.    Mereka diharapkan     mampu     menjadi   bagian   dalam    ekspansi  dakwah    karena ketokohan     kader   dakwah    akan   membuat     dakwah     lebih diterima   di masyarakat luas. Penekan yang efektif bagi para pengambil kebijakan      Dengan     kekuatan    dari  lembaga    dakwah,    serta  kredibilitas  yang didapat    dengan   kepercayaan      publik.  Maka,  lembaga  dakwah    dapat berperan    sebagai   penekan    efektif  bagi  pengambil   kebijakan. Sebutlah                                                  ketika sebuah production house meluncurkan film yang berbau pornografi, maka lembaga dakwah dapat menekan production house tersebut untuk membatalkan       film  tersebut.  Gunakanlah    social   power   yang    lembaga dakwah miliki untuk bernegosiasi kepada pihak yang mengambil kebijakan terkait sebuah isu.

Penguat basis sosial
Basis   sosial  utama   bagi   Lembaga     Dakwah    Kampus    adalah  civitas akademika di kampus. Dengan semakin kuatnya basis sosial pada sebuah lembaga dakwah, maka dukungan pasti akan mengalir kepada lembaga dakwah. Dukungan dapat berbentuk aspirasi, partisipasi, maupun sekedar mendukung   secara   moral.   Basis   sosial   dapat   dibangun   dengan   meraih semakin banyak kepercayaan dari objek dakwah. Melayani, melindungi dan memberdayakan masyarakat Lembaga dakwah  berperan sebagai  khalifah bagi objek dakwahnya. Karena itu lembaga dakwah diharapkan mampu memberikan pelayanan optimal    bagi  para   objek    dakwah     agar  mereka     mampu     merasakankebermanfaatan dari keberadaan lembaga dakwah.









Paradigma Dakwah Kampus

Serulah  kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah  dan pelajaran yang baik  dan bantahlah mereka dengan  cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu  Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya  dan Dialah yang lebih mengetahui orang -orang yang mendapat petunjuk.
(An Nahl Ayat 125)

Saya   akan memapaparkan paradigma untuk   memandang apa   saja yang  berada dalam lingkup dakwah kampus dengan panduan matriks di atas.   Secara   garis   besar   ada   empat   bidang   utama   yang   perlu   dipenuhi dalam dakwah kampus, yakni: (1) kaderisasi, (2) syiar  dan pelayanan, (3) sosial kemasyarakatan dan (4) akademik dan profesi. Keempat bidang ini perlu dipenuhi secara bersamaan agar dakwah kampus yang dilakukan di kampus Anda dapat berjalan secara optimal. Dakwah      kepada     mahasiswa     memang       menjadi    sasaran    utama dakwah   kampus,   akan   tetapi   pada   tahap   lebih   lanjut,  dakwah   kampus ternyata  juga  melingkupi  keseluruhan civitas akademika  pada  perguruan tinggi, termasuk  masyarakat luas. Peran sentral mahasiswa yang mampu melakukan mobilisasi secara horizontal dan vertikal menjadi alasan utama
mengapa dakwah   kampus   dipandang   sebagai   dakwah   yang  berlingkup sangat luas.

Kaderisasi
Pembinaan dan   pembentukan   seseorang  menuju  kepribadian   Islam adalah      lingkup    pertama     dakwah     kampus.     Banyak     kader    yang menganggap        lembaga     dakwah    adalah   lembaga     kaderisasi. Memang itulah adanya, dan pendapat itu sangat benar. Sebuah lembaga dakwah memang dituntut untuk dapat memberikan asupan ilmu yang cukup bagikadernya.     Dengan     berbasiskan    profil  kader  yang    diharapkan     dapat terbentuk.      Porsi   dari   kaderisasi   dalam   sebuah   lembaga   dakwah   sangat   besar karena    peran   kader   adalah  sebagai    sumbu    putar   bagi  roda   dakwah. Semakin solid dan militan seorang kader dakwah, akan berdampak pada lebih kuat dan cepatnya perputaran agenda dakwah yang ada. Pola    pembinaan      yang   baik   akan   membentuk      manusia     unggul. Manusia yang unggul pun akan dapat memperbaiki pola pembinaan yang ada untuk membentuk manusia lebih unggul lainnya di  masa yang akan datang. Berhubung kita juga ingin melihat masa depan dakwah yang lebih cerah   dan   berkembang,   maka   kader   yang dibentuk   ini  seharusnya  tidak hanya dapat bermanfaat bagi dirinya dan umat di masa kini. Ia juga harus bermanfaat      bagi   masa    depan    dirinya  dan    perbaikan    masa    depan organisasi dakwah yang membinanya.
Karakter    seorang     muslim    yang    ideal  bisa   menjadi    parameter pencapaian   proses   kaderisasi   yang   dijalankan.  Agenda   kaderisasi   yang dijalankan    dapat  berbentuk   metode      yang  variatif  dan  memiliki  koridor kurikulum    yang   tegas.  Basis  pembinaan     yang   dibentuk   dalam    sebuah Lembaga Dakwah Kampus akan sangat menentukan kemampuan sebuah lembaga dakwah untuk memenuhi lingkup dakwah kampus yang lainnya.                                                   

Syiar dan Pelayanan
Syiar  adalah     proses   menyampaikan        risalah  Islam  kepada     banyak umat      manusia.    Syiar   ini   sering   pula    diartikan   sebagai     kegiatanmenyemarakkan   sebuah   lingkungan   dengan   nilai-nilai  Islami. Syiar        juga bisa diartikan sebagai proses penyampaian pesan kepada objek dakwah. Sedangkan   pelayanan   adalah   sebuah   mekanisme   memberikan   sesuatu yang     dibutuhkan    oleh   seseorang     dengan     harapan    agar    ia merasa nyaman dan tenang dalam sebuah lingkungan.
Syiar  dan   pelayanan   yang   dilakukan   dalam   dakwah   kampus   juga akan     berkutat   pada   definisi  yang   ada.  Maksudnya,     syiar  Islam    yang dilakukan     oleh  Lembaga      Dakwah   Kampus      diharapkan    dapat   berperan besar dalam transformasi masyarakat di sebuah kampus. Syiar  Islamyang baik adalah ketika syiar tersebut mampu menjadi trendsetter pada sebuah lingkungan.    Sebagai      contoh,    ajakan   untuk   tilawah   rutin   di  sebuahlingkungan   kampus.  Parameter   keberhasilannya   adalah   semakin   banyak orang dalam lingkungan tersebut yang tilawah serta ada perasaan aneh bagi   seseorang   dalam   lingkungan   tersebut   jika  ia  tidak   rutin  melakukan tilawah.  Syiar  berperan   juga   sebagai   alat   propaganda   nilai   dan   corong opini.    Harapannya        memang      agar    syiar   yang      dilakukan     dapat mencerahkan sebanyak mungkin objek dakwah sehingga semakin banyak objek dakwah yang bersedia mendalami Islam lebih lanjut.

Akademik dan Profesi
Dakwah kampus juga perlu memikirkan kompetensi akademik kader. Hal   ini  karena   berhubungan   langsung   dengan   tujuan   dakwah  kampus,yaitu  penyuplai alumni yang berafiliasi terhadap Islam. Tentu saja  alumni yang akan disuplai bukanlah alumni yang tidak kompeten. Tidak cukup jika ia  hanya     memiliki   afiliasi  terhadap   Islam.  Ia  diharapkan    juga   memiliki kelebihan      kompetensi     yang   memungkinkan         dirinya   berkontribusi    bagi masyarakat.  Kompetensi inilah yang perlu ditempa oleh dakwah kampus terhadap       kader    dan     simpatisannya.      Pemberian      tutorial  pelajaran, penjagaan   IPK   kader,   bimbingan   karir   sejak   tingkat   2,   persiapan   pasca- kampus   sejak   awal   tingkat   4 adalah   contoh   bentuk aplikasi   dari   lingkup kompetensi akademik ini.
Selain     itu  kader    dan    simpatisan    juga    dapat    diarahkan      untuk
berkompetisi       dalam   perlombaan       akademik       yang    ada.    Keberhasilan mereka   dalam   perlombaan  akan  berdampak   pada   positifnya   citra   dari dakwah itu sendiri. Bagi kampus yang sudah lama bergulir dakwahnya, maka dakwah ke dosen juga bisa menjadi salah satu  tujuan. Dengan adanya dosen yang berpengaruh        dan    mendukung        dakwah      kampus,     akan    memberikan keutungan tersendiri bagi dakwah yang Kita lakukan.

Sosial Kemasyarakatan
Dakwah   kampus   juga   harus   melatih   kadernya   untuk   peduli  kepada masyarakat.  Kepedulian   ini   tidak   hanya   dalam   bentuk   bakti   sosial   yangaksidental,   akan   tetapi   tetap  berada    pada   jalur   perjuangan   mahasiswa yang selalu  bersama rakyat. Perjuangan ini bisa dalam bentuk yang lebih real   dan     kontinyu,   seperti   rumah     belajar   untuk    anak   miskin,   pusat keterampilan   kerja,  Baitul   Maal   Wa   Tamwil   (BMT)  atau   koperasi   simpanpinjam   untuk   membantu   modal   masyarakat   dalam   berusaha.  Lembaga Dakwah     juga    bisa   menjadi    corong     opini atas   keresahan      masyarakat, seperti  menanggapi isu pornografi, aliran sesat, perjudian, dan isu moral lainnya.   Dakwah   kampus   diharapkan   dapat   berperan   untuk   memenuhi peran   ini   dengan   baik.   Jangan   sampai   dakwah   kampus   hanya   berkutat pada     permasalahan        internal  yang    tidak  kunjung     selesai. Keterlibatan dakwah kampus dalam menunjang kehidupan masyarakat adalah sebuahharapan dari masyarakat. Ingat! Berjuta rakyat menanti uluran tanganmu.




















BAB III
PENUTUP

A.      KESIMPULAN
Menjadi suatu keharusan dakwah yang ada di kampus tidak hanya berlumbung dari LDK saja sebagai organisasi keagamaan tetapi juga terdapat di semua lembaga kemahasiswaan sebagai fungsi control atas pemuda-pemuda itu sendiri.
Setiap lembaga kemahasiswaan memilki ke khassanya masing-masing. Sebagai lembaga yang legal, formal dan wajar maka akan menjadi perhitungan tersendiri dan akan lebih indah jika nilai-nilai keislaman terdapat didalamnya, baik itu yang datang dari luar maupun dari dalam.
Hendaknya pengaruh keislaman tersebut dapat menjadi modal awal untuk penguatan siyasih dalam lingkup kecil yaitu kampus demi terwujudnya bangsa dan Negara Indonesia yang Islami khususnya.


B.       SARAN
Mulai menjadi pemikiran tersendiri untuk dakwah yang ada pada lembaga kemahasiswaan pada umumnya sebagai fungsi control seiring sejalan dengan apa yang telah lakukan di LDK dan menjadi strategi-strategi khusus yang harus secara serius di bicarakan karena implikasi terhadapnya bisa menjadi sangat luas.






DAFTAR PUSTAKA

Al-Qur’an dan Terjemah. Maghfirah Pustaka
Gamais ITB. 2007. Risalah Manajemen Dakwah Kampus.Bandung :Gamais Press.
Yusuf, Ridwansy Achmad. 2012. Ispiration Flava : Cita rasa Kampus Madani. Bandung: Ideasphere Books